1. Harga Lebih Murah
Hal yang paling terlihat saat Anda ditawarkan rumah inden adalah harganya yang lebih murah. Tentu saja hal ini dikarenakan rumah yang akan Anda beli belum ada dan Anda sudah menaruh kepercayaan pada developer. Saat rumah lain sudah ready stock, barulah developer akan menaikkan harganya. Hal ini juga bergantung pada lokasi dan fasilitas. Lokasi yang sudah berkembang dan fasilitas yang lebih beragam juga turut menaikkan harga rumah di kawasan tersebut.
2. Promosi Lebih Banyak
Saat kawasan perumahan masih belum siap huni, developer biasanya menawarkan lebih banyak promosi kepada calon pembeli agar area tersebut bisa terjual dan dibangun lebih cepat. Bentuk promosinya macam-macam, mulai dari diskon, bebas cicilan, barang-barang interior hingga logam mulia. Anda dapat memanfaatkan promo tersebut untuk mengurangi beban baik pembayaran DP atau cicilan rumah.
3. Kustomisasi Rumah
Belakangan terdapat beberapa developer yang memberikan fasilitas untuk kustomisasi desain kepada calon pembeli yang ingin membeli secara inden bahkan tidak dikenakan biaya tambahan alias gratis. Namun kustomisasi ini juga terbatas. Ada developer yang bisa melakukan kustom interior sampai ke eksteriornya. Hal ini tentu saja sangat menarik bagi Anda yang memiliki preferensi pribadi untuk hunian masa depan.
4. Proses yang Terlihat
Bagi beberapa orang melihat hasil jering payah yang terbangun adalah kenikmatan tersendiri. Selain itu, pembangunan dapat diawasi secara berkala dan bisa mengajukan komplain ke pihak developer jika dirasa ada yang tidak sesuai dengan perjanjian awal.
5. Nilai Investasi
Jika di awal pembeli rumah inden sudah mendapatkan harga yang lebih murah, ditambah perkembangan area kawasan dan fasilitas yang bertambah, hal ini akan menaikkan harga rumah secara pasti. Terlebih jika Anda membeli di area perumahan yang dibangun seperti kota mandiri. Di Indonesia rata-rata kenaikan harga rumah bisa mencapai 5%-10% per tahun.
WhatsApp us